Pagi itu gue berangkat ke sekolah, dengan rasa ngantuk yang berngiang-ngiang dikepala, seolah mata masi ingin merasakan lelapnya keheningan malam.
Gue sendiri bawa motor hari itu ke sekolah lewat jalan memutar, sengaja supaya mencari kesegaran pagi hari.
Setelah kurang lebih 20 menit berkendara akhirnya gue sampai disekolah.
Setelah kurang lebih 20 menit berkendara akhirnya gue sampai disekolah.
Hari itu gue belajar di lab listrik, dengan langkah sempoyongan gue jalan menuju lab, tapi lab masih dikunci. Ga sedikit pula temen-temen gue yang duduk di depan lab, nunggu lab dibuka. Setelah menunggu kurang lebih 15 menit akhirnya lab dibuka, semua berlarian masuk seperti pasukan orc memasuki portal hul'dan.
"Beri kami daging !!!"
"Turunkan harga BBM"
"YANG JOMBLO MATI SAJA" * ini apaan kampret
Gue sendiri ga suka kalo
Lab listrik di sekolah gue dilengkapi dengan ram 2GB, internal 16GB, jaringan 4G, dan kamera 24MP, YA ENGGALAH !!!.
Lab listrik di sekolah gue dilengkapi dengan 2 buah AC yang sering buat turun MCB alias mati listrik.
Gue sendiri ga nyaman kalo hubungan digantungin udara terlalu dingin, karna gue adalah seseorang dengan tipe body slim. Tapi mau ga mau, gue harus mau belajar di lab itu.
Hari itu materi pembahasannya adalah Elektro Pneumatic. dari namanya, elektro berhubungan dengan listrik, dan pneumatik berhubungan dengan angin.
Jadi hari itu gue dan teman-teman belajar menjadi seorang avatar.
Gue dan teman-teman belajar kurang lebih 180 menit, tapi karna pada menit ke 30 melakukan pelanggaran, akhirnya terjadi pinalti dan gol !!!!!!! *ENGGA, ENGGA, BUKAN GITU CERITANYA KAMPRET !!!.
Gue belajar selama kurang lebih 180 menit, tapi pada pertengahan pelajaran gue dipanggil guru produktif.
"Am, pulang sekolah jangan pulang dulu ya"
"Ehhmm, emang mau apa bu? "
"
Dengan lugunya gue meng "iyakan".
Akhirnya bel skolah pun berbunyi "BOOOOMMMMM yeezy gue udah siap" *Ini bukan bel sekolah anjay, ini kemal palevi.
Akhirnya gue merapihkan buku buku, menyiapkan tang, obeng, dan tespen. lalu pulang *harusnya ke lab anjayyyy.
Gue pun ke lab bersama komplotan bejat, sesampainya di lab, gue duduk sejenak, dan bertanya kepada guru produktif.
"Bu yang mau dipasang instalasi yang mana ?"
"Yang itu am"
"Oh yang itu doang"
"Maksud ibu Itu semuanya"
Sambil menelan ludah, hati kecil gue berbicara
"ini instalasi ada 12 panel, ga mungkin selesai sekarang, sampe adzan maghrib juga ga bakal selesai, waduh kerja rodi inima, masyaallah"
Akhirnya break solat ashar menjelang.
"Udah sana pada solat dulu, nanti makan ya, itu nasi padang diatas meja ibu" sahut bu Dita, guru produktif tadi.
Entah kenapa kami yang tadinya lemah serasa mendapatkan anugrah kekuatan setelah mendengar kata "NASI PADANG".
Dan ingin sekali kami mengucapkan
"Buat dibawa pulangnya dong Bu! Bu! Bu!, beri kami nasi lagi atau ibu tidak akan melihat instalasi ini selesai !!!"
Kita pun bergegas solat dan makan.selesai makan gue dan komplotan melanjutkan pekerjaan itu.
Kita pun bergegas solat dan makan.selesai makan gue dan komplotan melanjutkan pekerjaan itu.
Senja pun menjemput malam, akhirnya pukul 5.30, kami berhenti bekerja dan disuruh untuk pulang.
Gue pun pulang dalam keadaan baju berdebu, dompet layu, dan jomblo.
Keesokan harinya gue meneruskan pekerjaan itu, tapi kampretnya komplotan gue pada kabur pulang, sisa tinggal gue dan sebutir anak kelas 12.
Kami berdua mengerjakan pekerjaan itu, sampai terdengar sebuah kalimat mengerikan
"Nah kan kerja berdua gini lebih efektif, yaudah besok-besok kamu berdua aja yang masang instalasinya"
Jantung berdetak kencang, tubuh menggigil, dan suara "kamu berdua aja ya" berputar-putar diatas kepala.
Akhirnya kami berdua
Beberapa hari setelah tragedi instalasi itu, gue ditegur oleh seorang guru produktif lain.
"Am kamu masang instalasinya ga dicek ya ?, itu pak yoyo marah ngebanting monitor, soalnya waktu steker dimasukin ke stop kontak, 2 komputer meledak"
"MELEDAK"
"MELEDAK"
"MELEDAK"
"MELEDAK"
Dalam hati gue berkata
"Emmm, mampus drop out, drop out, drop out ini mah, tidaaaaaakkkkk"
"Bukan saya bu !!!,itu yang masang kelas lain kali"
"Udah tenang aja, ibu udah minta maaf ko ke pak yoyo"
"Fyuhhh"
Pak yoyo adalah kepala sekolah sekaligus guru produktif listrik plc, makanya gue "agak" risih ngedenger dia ngebanting monitor (^,^!)
Itulah pengalaman gue meledakkan 2 komputer sekolah, hebat bukan ? Tentu saja itu ketololan yang luar biasa. (^_^!)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih ,yang sudah menyempatkan membaca :)